OKK STIKOM Surabaya

Tampilkan postingan dengan label Science. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Science. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Agustus 2009

Makanan Cepat Saji Buat Otak Lemot

LONDON - Terlalu banyak mengkonsumsi makanan cepat saji atau biasa disebut fast food bukan saja berdampak pada obesitas. Lebih dari itu, makanan cepat saji secara perlahan bisa mengikis kemampuan otak.

Hasil penelitian yang dilakukan di Oxford University menyimpulkan bahwa makanan cepat saji berkolesterol tinggi seperti kari, kebab, burger, dan keripik bisa menurunkan kecerdasan.

Para peneliti melakukan uji coba terhadap tikus. Dalam studinya, para peneliti membandingkan dampak diet pada dua kelompok tikus. Kelompok pertama diberikan makanan rendak lemak dengan 7,5 persen kalori lemak. Sementara kelompok kedua diberikan diet makanan cepat saji yang berlemak tinggi dengan kandungan 55 persen kalori lemak.

Setelah 10 hari, hasil analisa menunjukkan makanan yang dikonsumsi tikus mampu merusak ingatan jangka pendek dan membuat mereka kurang waspada secara mental. Tikus-tikus ini pun menjadi malas karena mengalami penurunan kemampuan bergerak.

Ketua penelitian Andrew Murray mengatakan, ada keterkaitan erat antara makanan, cara berpikir, dan cara kerja tubuh.

"Sering mengkonsumsi makanan kaya lemak seperti makanan cepat saji menimbulkan dampak jangka panjang penyakit komplikasi obesitas, diabetes, dan gagal jantung. Sementara untuk dampak jangka pendeknya, orang seringkali mengabaikan," kata Murray, seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu (19/8/2009).

"Kami harap penemuan ini akan menyadarkan orang agar serius dalam mengurangi asupan makanan tinggi lemak. Cara ini akan berdampak langsung terhadap kesehatan secara umum serta peningkatan kewaspadaan dan kecerdasan," tambahnya. (srn)

Kamis, 06 Agustus 2009

Memaki Kurangi Rasa Sakit

Ketika tangan terjepit pintu, terlindas container ^^, tertabrak kereta api ^^ seseorang pasti akan berteriak dan mengucapkan kata makian ( baca : misuh ). Orang lain yang mendengar kata-kata kasar yang dilontarkan mungkin akan merasa risih. Namun tahukah Anda? Bagi orang yang mengucapkannya, hal itu akan sedikit mengurangi rasa sakit akibat terjepit.

Hal ini sudah dibuktikan dengan penelitian ilmiah. Ilmuwan dari Keele University di London, Richard Stephens mengatakan, memaki adalah kegiatan yang telah lama dilakukan manusia beratus-ratus tahun lamanya dan merupakan fenomena bahasa manusia yang paling universal.

"Memaki berasal dari pusat emosi otak yang muncul di otak bagian kanan dan menjadi pusat produksi bahasa," kata Stephens seperti dikutip dari Live Science, Sabtu (1/8/2009).

Bersama dengan timnya, Stephens melakukan sebuah uji coba yang melibatkan 64 orang sukarelawan untuk membuktikan hipotesis ini.

Menurut mereka, memaki seringkali terjadi akibat efek melebih-lebihkan yang timbul dari rasa sakit yang dialami seseorang. Mereka menduga, dengan memaki itulah maka manusia bisa menoleransi rasa sakit.

Dalam studi ini, tangan para sukarelawan direndam dalam kolam air es selama mungkin hingga mereka merasa tak tahan dan melontarkan kata-kata makian.

Para partisipan yang memaki, mengakui bahwa mereka bisa meredam rasa sakit mereka setelah melontarkan kata-kata kasar. Sebaliknya, mereka yang diam saja tidak bisa menahan lebih lama penderitaan mereka.

Stephens mengatakan, memaki dan toleransi terhadap rasa sakit memiliki hubungan yang erat. Pasalnya, memaki memicu respons daya tahan tubuh seseorang secara alamiah.

"Memaki mampu meningkatkan tingkat agresi yang berlawanan dengan rasa tak berdaya sehingga pelakunya merasa lebih kuat," tandasnya.

( Tapi jangan maki-maki terus agar merasa kuat. ^^)

Rabu, 05 Agustus 2009

Tanaman Robot Hasilkan O2, So Buat Apa Yang Asli.

Ternyata bukan hanya robot yang menyerupai manusia saja yang telah di buat, tanamanpun tidak luput dari para tangan-tangan berbakat.

Di Korea robot tanaman telah dikembangkan para peneliti di Chonnam National University , robot tanaman ini mempunyai tinggi sekitar 1,3 meter dan diameter 40 cm, dan hebatnya selain bisa menghasilkan Oksigen sendiri,jika anda berada 40 Cm dari robot maupun suara yang diterimanya melebihi batas normal, dia juga akan memekarkan bunganya dan menggerakkan batangnya. ^^

Dan uniknya jika lampu pada ruangan tempat tanaman ini berada menyala, maka tanaman ini akan membuka dan menutup kuntum bunganya dan jika musik dinyalakan, tanaman ini akan berdansa.

Bisa menghasilkan sendiri, seperti layaknya tanaman aslinya, tidak perlu menunggu hasil fotosintesis , paling-paling cuma butuh listrik ...Akankah tanaman asli digantikan "nya" ??

Model Pesawat Jaman Dulu , Terlihat Sudah Modern

Penerbangan merupakan hal yang sangat di mimpi-mimpikan manusia sejak dulu, karena mereka berfikir bagaimana rasanya bisa terbang bebas seperti layaknya burung.Nah akhirnya pada tahun 1780an dua orang perancis telah berhasil membuat balon udara dan menerbangkannya di Paris.

Pada abad ke-13 Leorando Da vinci telah berhasil merancang pesawat bersayap sejenis Helikopter, Namun Wright brothers mereka berhasil membuat pesawat dan menerbangkannya di Kitty Hawk pada 1903 inilah awal dimana penerbangan menjadi kenyataan. Tapi gimana sich model-model pesawat dulu ???

Objek ini (ditunjukkan dalam sketsa) telah ditemukan pada 1898 dalam sebuah makam di Saqquara, Mesir dan diperkirakan sudah ada sejak 200 SM. Seperti diketahui pesawat-pesawat itu di hari-hari dimana ia ditemukan, ia dilemparkan ke dalam kotak yang bertanda "burung kayu model" dan kemudian disimpan di basement museum di Kairo.

Dalam konteks itu, tampaknya bukan seseorang yang luar biasa, lebih dari 2000 tahun yang lalu, dengan alasan apapun, dibuat sebuah model yang berada perangkat dengan fitur-fitur canggih seperti itu, memerlukan pengetahuan yang cukup luas tentang aerodinamis.

Tidak ada hal-hal seperti di pesawat-pesawat kali ini, kami diberitahu oleh arkeolog dan sejarawan. Tetapi hal ini tampaknya merupakan pengecualian, yang tinggal di tengah-tengah dan agak kaku, tanpa fantasi paradigma sains kontemporer. Hal ini juga perlu untuk menunjukkan bahwa Mesir diketahui memiliki hampir semua dibuat model skala-proyek dan objek yang mereka berencana untuk buat atau membangun.


Precolombian Airplane Models

Pernak-pernik emas yang ditemukan di sebuah kawasan Amerika Tengah yang meliputi wilayah pesisir dan Amerika Selatan, diperkirakan berasal dari masa antara 500 dan 800 TM, tapi karena terbuat dari emas, mustahil untuk akurat dan berbasis pada dasarnya stratigraphy yang mungkin tipuan . Namun, para ahli dapat dengan yakin mengatakan bahwa emas ini benda lebih dari 1000 tahun.

Seperti yang terlihat dari gambar, bentuk sampel obyek agak "ambiguitas". Arkeolog mengecap objek ini sebagai zoomorphic, yang berarti, hewan berbentuk benda. Pertanyaannya adalah, apa yang mereka lakukan mewakili hewan? Saat ini kita bandingkan dengan objek yang sama dari budaya depicting binatang, yang sulit dimengerti segi perbandingan akan jelas: obyek yang lain yang dikenal, biasanya diberikan dengan akurasi yang besar dan perhatian detail realistis.

Ada beberapa jenis binatang yang terbang, burung, serangga, dan beberapa mamalia, seperti kelelawar dan beberapa gliders, misalnya "flying squirrels", oppossums, kemudian ada beberapa kadal, ada juga beberapa ikan yang singkat untuk periode luncuran melalui udara.

Ada hewan air yang tampaknya terbang melalui air, seperti sinar, dan beberapa selachians skates. Tetapi bagaimana objek yang digambarkan bandingkan dengan pilihan ini? Semua fitur-fiturnya yang diambil ke dalam pertimbangan, tapi tidak cocok.

Dilihat dari atas, objek jelas tidak memiliki fitur ikan, tapi tampaknya bukan untuk menunjukkan secara eksplisit mechanistic ones.

Tapi bagaimana kalau kita sedikit berhayal seperti gambar di samping , keren juga ya ^^

Senin, 03 Agustus 2009

Panjang Jari Menentukan Prestasi

Tidak hanya posisi, panjang jaripun menentukan prestasi kita, banyak dari kita akan berkata " Lha kok Isok ( Lha Kok Bisa ). Dan ini bukan ramalan lho, tapi ini hasil studi ilmiah. Anak lelaki dengan jari manis lebih pajang dari jari telunjuk bisa belari lebih cepat. Ternyata ukuran panjang jari terkait dengan hal-hal baik dan buruk yang dibawa oleh kesuburan, kerentanan terhadap penyakit, dan kepribadian.

Ilmuwan mengatakan bahwa peran hormon testoteron semasa di dalam rahim lah yang menentukan panjang pendeknya jari seorang anak. Tim ilmuwan dari Southampton University melakukan studi pada 241 anak lelaki usia 10-17 tahun pada kompetisi bakat di Qatar. Mereka yang memiliki jari manis lebih panjang ternyata mampu berlari lebih cepat daripada yang berjari manis pendek.

Matematika dan Bahasa

“Mereka unggul sejak garis start dan terus lebih unggul hingga selesai,” komentar John Manning, salah satu anggota tim ilmuwan itu.

Studi terdahulu mengatakan bahwa panjanng jadi juga terkait dengan tingkat agresi seorang lelaki. Anak-anak yang memiliki jari manis lebih panjang juga kerap meraih skor tinggi dalam matematika daripada skor verbal atau bahasa. Sedangkan mereka yang jari telunjuknya lebih panjang justru bagus dalam skor membaca dan menulis.

Tahun 2006 pernah juga dilakukan studi yang membuktikan bahwa panjangnya jemari juga ada hubungannya dengan prestasi atlet perempuan. Dan kabar buruknya adalah, mereka yang memiliki jari manis lebih panjang dari jari telunjuk justru berisiko menderita osteoartritis, demikian menurut jurnal Arthritis and Rheumatism.

Tahun 2004, American Journal of Human Biology memuat bahwa bagian tubuh yang tidak simetris -telinga kiri lebih besar dari kanan, misalnya- berhubungan dengan stres sang ibu saat mengandung mereka. “Stres saat hamil dapat menghasilkan anak dengan bagian tubuh tidak simetris,” jelas Zeynep Benderlioglu dari Ohio State University.
Wah, ternyata bentuk anggota tubuh kita juga berhubungan dengan perilaku dan otak kita, ya.
Diterjemahkan secara bebas dari Livescience.com
Foto:geneticarchaeology.com