OKK STIKOM Surabaya

Tampilkan postingan dengan label Technology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Technology. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Agustus 2009

Robot Akan Gantikan Manusia ???

Robot disamping ini tengah mencharger dirinya ketika mulai kehabisan energi. Beberapa ilmuwan khawatir, robot akan lebih cerdas dari manusia .

Karena kecanggihan teknologi, lama kelamaan akan bisa membuat sebuah robot mampu memiliki kemampuan yang sama seperti manusia. Mereka bisa mengerjakan tugas-tugas rumit yang biasa dikerjakan manusia.

Namun, menurut para ilmuwan, jika tidak dikelola dengan bijak hal ini akan memiliki dampak buruk dan menghilangkan kendali manusia pada robot ciptaannya sendiri. p>

Bisa saja robot berubah menjadi hasil ciptaan manusia yang berbahaya dan bisa menjadi boomerang bagi manusia itu sendiriPara ilmuwan mulai khawatir, jika sewaktu-waktu robot akan bisa melebihi kemampuan manusia, atau lebih pintar.
Menurutnya, ilmuwan komputer harus merespon gagasan mengenai mesin kecerdasan super dan sistem kecerdasan buatan yang disalahgunakan.

"Sesuatu yang baru telah terjadi dalam lima hingga delapan tahun silam. Secara sadar maupun tidak, teknologi telah mengubah tradisi dan nilai-nilai dalam masyarakat," kata Horvitz, seperti dikutip dari The New York Times, Senin (27/7/2009).

Konferensi AAAI akan mencari jalan keluar untuk menetapkan kemungkinan "the loss of human control of computer-based intelligences" atau 'hilangnya kendali manusia dalam mengontrol robot ciptaannya sendiri'.

Horvitz mengatakan, diskusi ini adalah untuk menemukan kesepakatan yang dijadikan tuntunan dalam melakukan riset. Dengan demikian, teknologi robot yang dikembangkan akan lebih memiliki fungsi sosial yang bermanfaat bagi masyarakat ketimbang menjelma menjadi teknologi yang membahayakan.

"Saya berharap, riset mengenai kecerdasan buatan akan sangat bermanfaat bagi manusia. Selain itu, bisa juga mengisi kekurangan manusia," tandasnya.


Sumber : okezone.com

Rabu, 05 Agustus 2009

Tanaman Robot Hasilkan O2, So Buat Apa Yang Asli.

Ternyata bukan hanya robot yang menyerupai manusia saja yang telah di buat, tanamanpun tidak luput dari para tangan-tangan berbakat.

Di Korea robot tanaman telah dikembangkan para peneliti di Chonnam National University , robot tanaman ini mempunyai tinggi sekitar 1,3 meter dan diameter 40 cm, dan hebatnya selain bisa menghasilkan Oksigen sendiri,jika anda berada 40 Cm dari robot maupun suara yang diterimanya melebihi batas normal, dia juga akan memekarkan bunganya dan menggerakkan batangnya. ^^

Dan uniknya jika lampu pada ruangan tempat tanaman ini berada menyala, maka tanaman ini akan membuka dan menutup kuntum bunganya dan jika musik dinyalakan, tanaman ini akan berdansa.

Bisa menghasilkan sendiri, seperti layaknya tanaman aslinya, tidak perlu menunggu hasil fotosintesis , paling-paling cuma butuh listrik ...Akankah tanaman asli digantikan "nya" ??

Selasa, 04 Agustus 2009

Robot Aja Bisa Maen Musik.

Toyota Motor Corp. memamerkan sebuah robot yang mampu memainkan biola dengan lihai. Robot tersebut hanya satu di antara robot-robot humanoid yang dikembangkan untuk membantu pekerjaan manusia sehari-hari di pabrik, kantor, rumah sakit, rumah tinggal, hingga jalanan kota.

Toyota menampilkan dua robot baru, masing-masing disebut ’robot untuk mobilitas’ dan ’robot pemain biola’. Robot untuk mobilitas didesain sebagai kendaraan jarak dekat. Bentuknya mirip kursi roda dengan kemampuan manuver menghadapi rintangan dan halangan serta dikendalikan jarak jauh untuk menjemput pemiliknya hingga sisi tempat tidur.

Sementara, robot pemain biola lebih ditampilkan kelihaiannya sebagai robot humanoid. Robot berwarna putih yang berkaki dua dan setinggi 152 centimeter itu menyuguhkan instrumentalia lagu Pomp and Circumstance, mars yang sering dimainkan saat upacara wisuda di Jepang.

“Dalam dua hingga tiga tahun ke depan, kami akan memulai pengujian awal dan menilai bisnis apa yang membuthkannya,” ujar Presiden Toyota, Katsuaki Watanabe. Dalam cetak birunya yang diberi judul Global Vision 2020, Toyota menempatkan robotika sebagai salah satu bisnis inti (core business) mulai tahun 2020.

Riset dan pengembangan di bidang robotika akan ditingkatkan dengan menambah jumlah insinyur ahli menjadi 200 orang dalam tiga tahun ke depan. Fasilitas riset teknologi robot di salah satu pabrik Toyota di Jepang mulai dibangun tahun depan. Toyota juga akan mengajak universitas dan pemerintah untuk mengembangkan aplikasi praktis memanfaatkan robot-robot buatannya, termauk dengan perusahaan swasta lainnya.

Langkah Toyota mewarnai persaingan teknologi robot humanoid yang juga diminati sejumlah perusahaan teknologi lainnya. Honda Motor Co. dengan robot Asimo adalah salah satu pelopor humanoid yang sudah memanfaatkannya untuk membantu aktivitas manusia, seperti melayani tamu atau menjadi resepsionis.

Di Jepang, pengembangan robot yang semakin pintar didorong kebutuhan tenaga pembantu. Penduduk Jepang diperkirakan akan didominasi lansia di atas usia 65 tahun – hingga 40 persen dari total populasi – pada tahun 2055.


Sumber : http://m4sadikin.wordpress.com/2008/11/29/toyota-hi-tec/

Jenis-Jenis Pesawat Milik Angkatan Udara US | Wajib Dilihat

UFO ( Unidentified Flying Object ) sering dikaitkan dengan adanya mahkluk luar angkasa yang berpengetahuan tinggi ( baca : alien ) tapi setelah anda melihat gambar ini anda akan mulai berubah pikiran, Dan ini bukan lelucon " THIS IS REAL "..


" NOT JOKE "
How about you ???

Senin, 03 Agustus 2009

Kecerdasan Artifisal Dengan Game

Para ilmuwan berhasil mengembangkan game komputer terbaru yang bernama ‘Gorge’. Game ini dirancang untuk membantu anak-anak dalam memahami Intelegensi Buatan-atau yang biasa dikenal dengan Artificial Intelligence (AI), pemahaman mereka bisa diperoleh melalui permainan-permainan dan bahkan mereka bisa merubah permainan tersebut sesuai keinginan mereka. Game ini pun bisa mengembangkan ketrampilan interaksi sosial si anak.

Robot-robot pintar menjadi hidup dan nyata – ini merupakan tema popular dalam film-film science fiction. Hasil ciptaannya melarikan diri dari penciptanya, hasil ciptaannya memiliki perasaan, hasil ciptaannya menjadi lebih pintar dari manusia, dan pada akhirnya mereka berusaha untuk menguasai dunia. Fenomena Artificial Intelligence, atau disingkat AI, telah menarik perhatian manusia bahkan sebelum zamannya Frankenstein.

Para peneliti dari Fraunhofer Institute for Digital Media Technology IDMT di Ilmenau kini berencana untuk mengajari anak-anak tentang apa itu AI. “Untuk itu, kami telah mengembangkan game komputer sederhana yang kami beri nama ‘Gorge.” Kata Prof. Klaus Peter Jantke, kepala departemen IDMT. “Gorge memungkinkan anak-anak untuk mengetahui cara kerja AI melalui permainan, karena anak-anak bisa memengaruhinya sendiri,” Aturan main Gorge sederhana: Anggota tim harus berpindah diatas sebuah papan untuk mencapai tujuan tertentu, sama seperti permainan ‘Ludo’. Sebuah dadu digunakan menentukan anggota tim harus berpindah kemana. Mendorong dan memindah anggota tim lain diperbolehkan – jadi bila ada anggota tim berpindah ke kotak dimana sudah ada anggota tim lain, maka anggota tim lain itu berpindah ke kotak berikut yang masih kosong. Jalurnya saling menyilang oleh kekosongan kotak – nama permainan tersebut. Salah satu anggota tim bisa melewati kotak yang kosong apabila dibantu anggota tim yang lain. Lalu anggota tim tersebut bisa memutuskan apakah akan membantu anggota tim lain untuk keluar atau membiarkannya mati dalam kotak yang kosong tadi – dengan kata lain, ia bisa menempatkan diri sebagai hero atau penjahat.
Membuat Aturan

“Hebatnya dari game ini adalah tidak hanya kita bisa melawan orang lain. Kita juga bisa bermain melawan komputer, atau bisa juga satu komputer melawan komputer lainnya,” kata Jantke “Ini bahkan lebih menyenangkan, karena kita bisa menyetel seberapa ‘baik’ atau seberapa ‘jahat’ komputer tersebut. “Contohnya, pemain bisa membuat aturan yang menetapkan: ‘Jika kau menemukan seseorang dalam kotak, maka kau harus selalu mengeluarkan mereka.’ Atau ‘Jangan pernah masuk ke dalam kotak kosong.’ Dengan demikian, anak-anak bisa memutuskan apakah mereka lebih suka bermain bersama lawan main yang baik atau jahat. Dan mereka bisa memerhatikan pola perilaku seperti apa yang dikembangkan oleh mesin AI, entah apakah perilaku yang lebih agresif atau lebih mempertahankan diri.

Apa yang terjadi apabila beberapa penjahat saling bermain satu sama lain? Siapa yang akan menang apabila semua pemainnya baik? Apakah semua yang baik akan selalu mengalahkan yang jahat? Anak-anak bisa melihat observasi yang menarik tentang AI dan belajar banyak dari game ini. Para peneliti akan menampilkan prototype di Hannover.
Diterjemahkan secara bebas dari http://www.sciencedaily.com/


Robot Mikro,Dapat Bekerja Dalam Tubuh

Ilmuwan di Korea telah membuat robot-robot yang cukup kecil untuk bisa menjelajahi tubuh manusia dan digerakkan oleh otot jantung.

Sukho Park di Chonnam National University, Korea, dan rekan-rekannya telah merancang sebuah robot-mikro yang digerakkan oleh sel. Tim Park membuat robot tersebut dengan menumbuhkan jaringan otot jantung dari sebuah tikus pada kerangka-kerangka robot kecil yang dibuat dari polidimetilsiloksana (PDMS). PDMS merupakan polimer biokompatibel sehingga membuat robot tersebut cocok digunakan dalam pengaplikasian biomedik.

Yang istimewa pada robot-robot ini, kata Park, adalah mereka tidak memerlukan suplai energi eksternal. Tetapi sel-sel otot jantung yang berelaksasi dan berkontraksi yang memberikan energi. Sel-sel otot jantung sendiri mendapatkan energinya dari sebuah medium kultur glukosa. Sel-sel yang berdenyut sendiri ini memungkinkan robot tersebut menggerakkan keenam kakinya.

Robot ini memiliki tiga kaki depan yang pendek (panjang 400 mikrometer) dan tiga kaki belakang yang lebih panjang (panjang 1200 mikrometer), semuanya terpasang pada sebuah badan segiempat. Pada saat sel-sel jantung berkontraksi, kaki belakang yang lebih panjang menekuk ke dalam. Ini menghasilkan perbedaan gesekan antara kaki depan dan kaki belakang, yang menekan robot bergerak maju. Para peneliti mengukur kecepatan rata-rata robot ini sekitar 100 mikrometer per detik.

Park mengatakan robot-robot yang mirip kepiting ini bisa digunakan di dalam tubuh untuk membersihkan rongga atau pembuluh yang tersumbat, dengan melepaskan sebuah agen pelarut untuk membersihkan penyumbatan yang mereka lalui.

Disadur dari: http://www.rsc.org/chemistryworld/