OKK STIKOM Surabaya

Selasa, 16 Agustus 2011

Senin, 11 Januari 2010

Berbohong Membuahkan Malu...

Ludwig, seorang lelaki lulusan hukum luar negeri, berniat untuk membuka kantor pengacara di negeri asalnya.

Suatu hari dia melihat seseorang berjalan di trotoar dan sepertinya menuju ke kantornya.

Ia kemudian berusaha menarik perhatian klien barunya ketika si klien tiba di kantornya.

Saat ‘klien’ tersebut sampai di pintu, Ludwig pura-pura mengangkat telepon.

Dia memberi isyarat kepada si ‘klien’ untuk masuk, sementara dia masih tetap menelepon.

"Tidak. Percayalah, saya mampu menyelesaikan kasus ini. Namun, urusan uang jasa sebaiknya lebih dari satu juta. Baiklah. Sampaikan ke dia saya akan menemuinya minggu depan untuk membicarakan kasus ini lebih lanjut." ujar Ludwig.

Sementara si ‘klien’ menunggu dengan sabar ketika Ludwig menjelaskan petunjuk yang berbelit-belit, hampir sekitar lima menit. Lalu akhirnya, Ludwig meletakkan gagang telepon dan menemui laki-laki itu.

"Maaf sudah membuat Anda menunggu tapi seperti yang Anda lihat saya sangat sibuk. Ada yang bisa saya bantu?"

Si ‘klien’ itu menjawab, "Saya dari perusahaan telepon. Saya datang kemari untuk memperbaiki telepon."
dikutip : beritanet.com

Cerewetnya......

Suatu ketika, ada seorang lelaki bernama Oda yang memiliki seorang istri yang sangat cerewet, walaupun Oda sebenarnya sangat mencintai istrinya. Oleh karena kecerewetan sang istri, maka para tetangganya oun ikut ngomel-ngomel, sehingga termakanlah sang suami dengan omongan para tetangga.


Untuk itu, sang suami lalu berpikir bagaimana melenyapkan isterinya dari muka bumi. Lalu Oda tiba-tiba memiliki akal. Ia mengajak istrinya ke sumur tua yang angker di dekat pohon besar, di belakang sebuah kuil yang sudah rusak.

Oda kemudian pura-pura mengajak istrinya melihat pohon besar di sebelah sumur tua tersebut, lalu Oda mendorong isterinya itu masuk ke sumur.

Lima menit pertama…
Oda sangat bahagia karena ia sekarang merasa tenang, tidak mendengarkan celoteh istrinya

Sepuluh menit kemudian…
Oda mulai merasa kesepian, karena ia tak terbiasa dengan kesunyian.

Lima menit kemudian…
Oda kembali ke sumur tua tadi, dan menurunkan tali timba, berniat menolong istrinya.

Namun, Oda terkejut bukan kepalang. Bukan istrinya yang naik melalui tali timba, tapi sesosok setan wanita putih menyeramkan dengan bulu lebat, yakni si penunggu sumur tua itu tiba-tiba naik ke atas.

Oda yang kaget, langsung berteriak, “Aaaah! Kok kamu yang naik?!”

“Aku takut…di bawah ada orang cerewet sekali…” jawab si setan.

dikutip : beritanet.com

Bohong Membawa Masalah

Sebuah robot pendeteksi kebohongan diciptakan oleh seorang bapak professor ternama, secara diam-diam.


Jika robot tersebut mendengar kebohongan, maka akan secara otomatis menampar orang yang mengatakannya.

Suatu ketika…

“Kamu dari mana? kok pulangnya telat?” tanya professor.

“Ada pelajaran tambahan, Pa.” jawab si anak.

Plak!! Si robot menampar si anak…

“Kamu bohong. Robot buatan papa ini sudah menampar kamu, berarti kamu bohong.” kata professor.

“Maaf, Pa. Saya tadi… nonton film sinetron di rumah teman.” jawab si anak.

Plak!! Si robot menampar si anak lagi.

“Film…film ‘itu’, Pa.” jawab si anak sambil kesakitan.

“Kamu itu yah, masih kecil aja suka nonton film begituan. Keterlaluan kamu! Perasaan, papa dulu waktu seumuran kamu aja gak pernah melakukan hal senakal kamu!” maki si professor terhadap anaknya.

Plak!! Lalu sejenak suasana hening.

Kemudian, si istri professor pun keluar.

“Papa, apaan seh ribut-ribut?! Namanya anak, dimana-mana buah jatuh gak jauh dari pohonnya kan? Gitu-gitu kan juga anak kamu…” kata si istri professor.

Plak!! Tiba-tiba si robot menampar sang istri.

dikutip : beritanet.com