OKK STIKOM Surabaya

Tampilkan postingan dengan label Virus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Virus. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Agustus 2009

DDOS Serang FB, Twitter

Serangan cyber telah menimpa Twitter, Facebook, dan Google, dengan mengganggu layanan Twitter dan menyebabkan kekacauan di Facebook dan Google. Twitter mengalami down lebih dari satu jam di hari Kamis (06/8) pagi, sebelum perusahaan yang berbasis di California tersebut kembali online.

“Serangan DDoS (Distributed Denial of Service) tersebut memang sempat mengganggu layanan kami, walaupun kami sudah me-recover secara lengkap.” ungkap co-founder Twitter, Biz Stone. Bahkan, hingga Kamis sore, walaupun sudah di-recover, serangan masih terjadi dan masih sporadic sehingga beberapa orang tidak bisa posting ataau follow dari Twitter.

Sementara Facebook juga mengalami gangguan yang sama di Kamis pagi.
“Tidak ada data pengguna yang terinfeksi dan kami sudah me-restore full akses ke situs Facebook untuk user.

Namun, kami juga tetap memantau situasi.” ungkap juru bicara Facebook, Brandee Barker. Sementara itu, serangan yang sama juga menimpa website Google, namun Google berhasil menangkisnya.

“System Google mampu mencegah adanya serangan yang berimbas kepada layanan kami.

Kemudian kami mengajak perusahaan lain yang terkena DDoS untuk menangani serangan tersebut.” ungkap juru bicara Google, Nate Tyler. Untuk itu, Facebook, Twitter dan Google kemudian bekerja sama untuk menginvestigasi serangan DDoS tersebut.

DDoS sendiri merupakan serangan dari hacker yang menggunakan beberapa computer ‘zombie’ yang terinfeksi dengan virus, yang dikomando untuk mengunjungi sebuah website secara bersamaan. Akibatnya adalah dapat mengganggu server website, memperlambat kinerja layanan atau mematikan website. Serangan DDoS menghampiri Twitter sekitar pukul 6:00 am waktu local dan menyebabkan layanan tersebut down secara temporer. Kemudian akses ke website Twitter menjadi lambat dan memberikan pesan kepada user bahwa koneksi sedang ‘timed out’ karena Twitter terlalu lama merespon.


Majulah para hacker... ^^

sumber : beritanet.com

Selasa, 04 Agustus 2009

1000 Varian Koobface Siap Gempur Facebook

Kaspersky Lab, perusahan developer solusi proteksi ancaman Internet dari virus komputer, spyware, dan semua bentuk malware, telah menemukan ledakan modifikasi Koobface yang hadir di bulan Juni lalu. Bahkan, dalam 1 bulan, jumlah varian worm Koobface melompat tajam dari 324 di akhir Mei 2009 hingga hampir 1000 di akhir Juni 2009 lalu.

Koobface, worm yang awalnya kurang terkenal ini pertama kali dideteksi Kaspersky Lab sebagai Net-Worm.Win32.Koobface, dan kemudian menjadi sangat populer ketika satu tahun lalu Koobface menyerang account Facebook dan MySpace. Worm Koobface ini menyebar melalui account user yang sah ke profil teman mereka. Komentar dan pesan yang dikirim oleh worm juga mengandung link ke website style YouTube yang palsu, yang kemudian mengundang user untuk men-download sebuah versi baru dari Adobe Flash Player.

Worm Koobface tersebut dapat berbentuk media player, yang kemudian di-download oleh user akan menginfeksi mesin komputer user. Sekali user terinfeksi, maka acount user yang sebelumnya sah, namun terinfeksi Koobface akan mulai mengirim pesan ke teman user. Dengan kata lain, worm Koobface telah menyebarkan dirinya. Kini, worm Koobface ini membuat target baru di website jejaring social lebih banyak lagi seperti Facebook, MySpace, Hi5, Bebo, Tagged, Netlog dan yang paling baru, Twitter.

“Ini adalah tanda dari meningkatnya aktivitas cybercriminal termasuk jaringan social yang digunakan oleh penyusup untuk menginfeksi user. Juni 2009 menjadi bulan jejaring social terkena banyak malware.” ungkap Stefan Tanase, peneliti malware di Kaspersky Lab. Untuk itu, Kaspersky memberikan saran untuk user atas meningkatnya worm Koobface ini :

  • Berhati-hati ketika membuka link dari pesan yang baru datang, walaupun pengirim berasal dari teman Facebook yang dipercaya


  • Menggunakan Internet Explorer 7 dalam modus proteksi, atau browser Firefox dengan instalasi add-on NoScript

  • Jangan membocorkan informasi personal atau detail pribadi

  • Tetap meng-update software antivirus untuk mencegah masuknya malware versi baru ke komputer